
Beberapa faktor di sekolahan yang mempengaruhi kasus terkait mental strength student prevent bulying school antara lain:
1. Kebutuhan proses perkembangan yang kurang memiliki banyak ruang implementasi
2. Kebijakan pelayanan dan fasilitas penunjang kebutuhan anak.
3. Pengawasan dan pengendalian lingkungan dalam memperhatikan tumbuh kembang anak
4. Interaksi antara anak dan keluarga baik dari orang tua keluarga di sekolah bahkan keluarga di masyarakat sekitar.
Dari beberapa faktor diatas sering di ringkas dengan singkatan KKPI yaitu kebutuhan, kebijakan, pengawasan dan interaksi anak.
Bab Kebutuhan anak
Kebutuhan anak yang penting untuk diperhatikan oleh siapapun yang bertanggung jawab dalam hal penguatan mental anak antara lain: kebutuhan pendidikan agama, kebutuhan sosial, kebutuhan pendidikan, kebutuhan ekonomi.
Bab kebijakan anak
Beberapa kebijakan terhadap anak yang bisa di lakukan terhadap orang yang merasa bertanggung jawab yaitu orang yang lebih tua, saudara, orang tua, guru bahkan masyarakat antar lain: memberikan bantuan dan arahan terkait program pencegahan terhadap kekerasan baik kekerasan seksual, fisik dan kekerasan emosional. Selain kebijakan terhadap anak dalam hal pencegahan kekerasan ada juga terkait program dukungan untuk mengembangkan potensi anak. Melalui peningkatan sekil dan softsekill.
Peningkatan skill antara lain kemampuan yang sesuai dengan sekill anak yang dimiliki.sedangkan kemampuan soft skill anak sendiri apa itu? Soft Skill adalah keterampilan atau kemampuan yang mencakup skill komunikasi, kecerdasan dan keterampilan sosial, hingga kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat luas. Pentingnya meningkatkan skill bagi masa depan anak muda adalah untuk membantu mereka meraih kesuksesan seperti yang dicita-citakan. Kemampuan Soft Skill yang dimiliki oleh siswa akan sangat membantu mereka tidak hanya dalam dunia kuliah, tetapi sampai dunia kerja. Soft skill adalah lawan kata dari hard skill. Jika soft skill bersifat lebih umum, hard skill sifatnya lebih spesifik. Hard skill merupakan keterampilan atau pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan misalnya programming, drawing, copywriting, dan lain sebagainya. Hard skill dapat dipelajari dan lebih terukur. Sedangkan pembelajaran soft skill biasanya terintegrasi dengan kegiatan atau pelajaran yang dipelajari siswa di sekolah.
Untuk mendapatkan peningkatan soft skill anak hal hal yang harus dilakukan antara lain:
1. Critical Thinking and Problem solving (Berpikir Kritis dan Mampu Memecahkan Masalah)
2. Collaboration (Berkolaborasi/Bekerja sama)
3. Public speaking
4. Komunikasi
5. Manajemen Waktu
6. Leadership/ Kepemimpinan
7. Kreatif
Bab pengawasan anak
Selama ini terkait pengawasan anak di Indonesia sering kali dikaitkan dengan KPAI atau komisi perlindungan anak Indonesia. Padahal sesungguhnya terlihat di dunia anak dalam hal bulying atau tindak kekerasan tidak hanya adanya perlindungan tetapi pengawasan juga sangat penting untuk menjaga anak anak dari unsur unsur kejahatan, kriminal serta kekerasan, bahkan penyiksaan yang semuanya menyangkut tentang bullying pada anak. Dalam hal ini penting untuk melakukan pengawasan selain untuk memaksimalkan perlindungan. Hal itu sesuai dengan Ketentuan Pasal 76 yang telah diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Komisi Perlindungan Anak Indonesia bertugas: melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan Hak Anak; memberikan masukan dan usulan dalam perumusan kebijakan tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak.
Dalam menjalankan tugasnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia bertanggung jawab langsung kepada presiden. Salah satu aturan mengenai KPAI tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2016 tentang KPAI. Maka dari itu Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat beberapa tugas & wewenang KPAI, antara lain adalah:
Memperhatikan pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Menyuarakan masukan dan saran dalam penyusunan kebijakan tentang penyelenggaraan perlindungan anak.
Mengumpulkan data dan informasi mengenai perlindungan anak.
Menerima dan meninjau pengaduan masyarakat terkait pelanggaran hak anak
Mediasi sengketa hak anak.
Bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang membentuk masyarakat di bidang perlindungan anak.
Memberikan laporan kepada pihak berwajib terkait dugaan pelanggaran UU Perlindungan Anak.
Bab interaksi anak
Beberapa hal yang penting menjadi ruang lingkup interaksi anak adalah komunikasi verbal ataupun non verbal. perbedaannya ada pada komunikasi verbal yang digunakan untuk menyampaikan isi pesan tertentu secara jelas, sedangkan komunikasi nonverbal digunakan untuk menyampaikan emosi, sikap, dan niat pemberi pesan.
Mantap
ReplyDelete